Saatnya
guru menjadi teladan yang baik
Oleh
Rochmad Bayu Purnomoaji
Guru banyak diartikan sebagai pengajar yang
ada di sekolah. Guru memberikan ilmu kepada murid-muridnya dalam melakukan
proses pembelajaran di sekolah. Guru dipandang sebagai sosok yang wajib
diteladani, menjadi panutan, dan sosok penting dalam kehidupan karena tugas
mereka yang besar untuk memberikan ilmu dan mencerdaskan tunas-tunas penerus
bangsa. Guru dalam berbagai kajian bahasa erat artinya sebagai sosok pemimpin
suci yang memberikan kebijakan dan pedoman. Namun, bagaimanakah dengan figur
guru di dunia pendidikan saat ini?
Pada dasarnya sosok guru sangat
penting dalam membentuk kepribadian bangsa, mencetak kader-kader masa depan,
dan memajukan suatu negara. Tugas-tugas besar guru tersebutlah yang membuat
guru memiliki tanggungjawab yang besar. Tetapi bukan tidak mungkin karena
tanggungjawab yang besar tersebut guru menjadi sangat riskan memberikan dampak
buruk kepada anak didiknya. Sosok guru yang dipandang sangat hebat akan
mengakibatkan ekspektasi tinggi dari masyarakat dan murid sehingga apabila guru
melakukan sedikit kesalahan saja akan dapat menjadi permasalahan besar. Sebagai
contoh, masih teringat dalam benak kita bagaimana kelabakannya guru menghadapi
uji kompetensi. Guru terlalu terbuai dengan pekerjaannya sehingga ketika mereka
diuji mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Setipe dengan contoh tersebut,
guru biasanya memberikan ujian kepada muridnya namun ketika menghadapi uji
keprofesian mereka sering kali cenderung kesusahan. Tidak jarang di antara
mereka melakukan kecurangan yang sebenarnya sering mereka nasehatkan kepada
anak didiknya mengenai ketidakbolehan melakukan kecurangan. Itulah yang membuat
masyarakat banyak bertanya baguskah kualitas guru kita saat ini? Itulah
kebanyakan sosok guru era ini.
Guru kencing berdiri, murid kencing
berlari. Sepenggal peribahasa yang syarat akan makna bahwa guru harus
memberikan teladan bagi muridnya. Selain itu dalam bahasa jawa guru berarti digugu lan ditiru. Itulah bukti bahwa
guru berkewajban memberikan contoh teladan yang baik bagi murid-muridnya bukan
hanya dapat memberikan nasehat namun tetap melakukan perbuatan yang tercela.
Alangkah baiknya guru berusaha memperbaiki kesalahan dan keburukan dalam diri
dahulu sebelum berbicara karena seperti pepatah lebih bak 1 keteladanan yang
baik dari pada 1000 nasehat. Dengan begitu akan lebih efektif dalam membentuk
kepribadian penerus-penerus bangsa.
Tidak dipungkiri di luar sana tetap
banyak guru-guru yang baik, berprestasi, dan memiliki jiwa budi pekerti yang
luhur yang akan mencetak pemimpin-pemimpin bangsa. Sosok guru tetaplah menjadi
sosok yang sangat penting entah baik atau burukkah ia. Karena guru tetaplah manusia
biasa yang mempunyai banyak kesalahan. Namun jangan dijadikan alasan
pembenaraan atas kesengajaan perbuatan buruk yang dilakukan. Mulailah dengan
sikap lapang dada dan menerima ungkapan saatnya guru menjadi teladan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar