Rabu, 05 Desember 2012

Guru saat ini sudahkah menjadi sosok Guru yang sesungguhnya?



Saatnya guru menjadi teladan yang baik
Oleh
Rochmad Bayu Purnomoaji

Guru banyak diartikan sebagai pengajar yang ada di sekolah. Guru memberikan ilmu kepada murid-muridnya dalam melakukan proses pembelajaran di sekolah. Guru dipandang sebagai sosok yang wajib diteladani, menjadi panutan, dan sosok penting dalam kehidupan karena tugas mereka yang besar untuk memberikan ilmu dan mencerdaskan tunas-tunas penerus bangsa. Guru dalam berbagai kajian bahasa erat artinya sebagai sosok pemimpin suci yang memberikan kebijakan dan pedoman. Namun, bagaimanakah dengan figur guru di dunia pendidikan saat ini?
            Pada dasarnya sosok guru sangat penting dalam membentuk kepribadian bangsa, mencetak kader-kader masa depan, dan memajukan suatu negara. Tugas-tugas besar guru tersebutlah yang membuat guru memiliki tanggungjawab yang besar. Tetapi bukan tidak mungkin karena tanggungjawab yang besar tersebut guru menjadi sangat riskan memberikan dampak buruk kepada anak didiknya. Sosok guru yang dipandang sangat hebat akan mengakibatkan ekspektasi tinggi dari masyarakat dan murid sehingga apabila guru melakukan sedikit kesalahan saja akan dapat menjadi permasalahan besar. Sebagai contoh, masih teringat dalam benak kita bagaimana kelabakannya guru menghadapi uji kompetensi. Guru terlalu terbuai dengan pekerjaannya sehingga ketika mereka diuji mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Setipe dengan contoh tersebut, guru biasanya memberikan ujian kepada muridnya namun ketika menghadapi uji keprofesian mereka sering kali cenderung kesusahan. Tidak jarang di antara mereka melakukan kecurangan yang sebenarnya sering mereka nasehatkan kepada anak didiknya mengenai ketidakbolehan melakukan kecurangan. Itulah yang membuat masyarakat banyak bertanya baguskah kualitas guru kita saat ini? Itulah kebanyakan sosok guru era ini.
            Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Sepenggal peribahasa yang syarat akan makna bahwa guru harus memberikan teladan bagi muridnya. Selain itu dalam bahasa jawa guru berarti digugu lan ditiru. Itulah bukti bahwa guru berkewajban memberikan contoh teladan yang baik bagi murid-muridnya bukan hanya dapat memberikan nasehat namun tetap melakukan perbuatan yang tercela. Alangkah baiknya guru berusaha memperbaiki kesalahan dan keburukan dalam diri dahulu sebelum berbicara karena seperti pepatah lebih bak 1 keteladanan yang baik dari pada 1000 nasehat. Dengan begitu akan lebih efektif dalam membentuk kepribadian penerus-penerus bangsa.
            Tidak dipungkiri di luar sana tetap banyak guru-guru yang baik, berprestasi, dan memiliki jiwa budi pekerti yang luhur yang akan mencetak pemimpin-pemimpin bangsa. Sosok guru tetaplah menjadi sosok yang sangat penting entah baik atau burukkah ia. Karena guru tetaplah manusia biasa yang mempunyai banyak kesalahan. Namun jangan dijadikan alasan pembenaraan atas kesengajaan perbuatan buruk yang dilakukan. Mulailah dengan sikap lapang dada dan menerima ungkapan saatnya guru menjadi teladan yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar